Saturday, October 23, 2021

MISTERI SILEK MINANGKABAU YANG TAK PERNAH TERPECAHKAN | Official Pencak Silat Indonesia

MISTERI SILEK MINANGKABAU YANG TAK PERNAH TERPECAHKAN | Official Pencak Silat Indonesia

Mengungkap misteri perjalanan panjang sejarah Silek Minangkabau yang rumit dan penuh misteri karena diterima dari mulut ke mulut. salah satu dokumentasi yang tertulis dalam bentuk artikel pada laman Wikipedia menjabarkan, pernah mewawancari salah satu Guru Silek Minangkabau dalam wawancara tesebut  beliau sama sekali dia tidak mengetahui asal muasal silat Silek Minangkabau yang telah turun temurun dipelajari. Fakta ini diperkuat dengan tidak adanya bukti tertulis topologi valid yang mencatatkan sejarah tentang silat silek minagkabau.

official-pencaksilat
Silek Minangkabau


Fakta menarik dari Silek Minangkabau

Dalam wawancara beberapa Guru Silek Minangkabau ada seorang Tuo Silek dari Pauah Kota Padang hanya mengatakan, dahulu silat ini diwariskan dari seorang kusir bendi (andong) dari Limau Kapeh, Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat.

Beda lagi dengan Guru Silek Minangkabau Angku Budua seorang silek terkenal dari Sijunjung mengatakan bahwa silat ini dia peroleh dari Koto Anau, Kabupaten Solok. Daerah Koto Anau Bayang Banda Sapuluah di Kabupaten Pesisir Selatan, Pauah di Kota Padang atau Lintau.

Padang atau Lintau pada masa lalunya adalah daerah yang sangat penting di wilayah Minangkabau. daerah Solok misalnya adalah daerah utama pertahanan kerajaan Minangkabau menghadapi serangan musuh dari darat, sedangkan daerah Pesisir adalah daerah pertahanan menghadapi serangan utama musuh dari laut.

Hingga artikel ini diterbitkan oleh official-pencaksilat tidak banyak referensi atau sumber yang mampu menjabarkan secara pasti teka-teki asal muasal Silek Minangkabau.

Friday, October 22, 2021

SEJARAH BERIDIRI TAPAK SUCI MUHAMMADIYAH | Official Pencak SIlat Indonesia

SEJARAH BERIDIRI TAPAK SUCI MUHAMMADIYAH | Official Pencak SIlat Indonesia

Arus Tapak Suci, merupakan keilmuan pencak silat yang berdasarkan Al Islam, bersih dari syirik dan menyesatkan, dengan sikap mental dan gerak langkah yang merupakan tindak tanduk kesucian dan mengutamakan Iman dan Akhlak, serta berakar pada arus Banjaran-Kauman, yang yang belakang sekali dikembangkan dengan metodis dan dinamis.

Perguruan Tapak Suci, merupakan perguruan yang merupakan peleburan sekaligus kelanjutan dari tiga paguron yang pernah berada sebelumnya, yaitu: Kasegu, Seranoman, dan Kauman, berdasarkan Al Islam dan berjiwa nasihat KH. Ahmad Dahlan, membina pencak silat yang berwatak serta berkepribadian Indonesia, melestarikan adat bangsa yang luhur dan bermoral, serta mengabdikan perguruan untuk perjuangan agama, bangsa, dan negara.

Organisasi Tapak Suci berkiprah sebagai organisasi pencak silat, berinduk kepada Ikatan Pencak Silat Indonesia, dan dalam bidang dakwah pergerakan TAPAK SUCI merupakan pencetak kader Muhammadiyah.

Pimpinan Pusat Tapak Suci Putera Muhammadiyah mempunyai kedudukan di Kauman, Yogyakarta, dan memiliki kantor perwakilan di ibukota negara.

Official-pencaksilat
Tapak Suci Muhammadiyah


Sejarah Tapak Suci Putra Muhammadiyah

Sebelum kelahiran Tapak Suci
Dimuali dari Kota Banjarnegara, Pada tahun 1872 seorang Kyai bernama KH. Syuhada melahirkan putra bernama Ibrahim, yang kemudian diusia dewasa Ibrahim menjadi buronan Belanda, Ibrahim berkelana hingga sampai ke Betawi, dan selanjutnya ke Tanah Suci.

Sekembalinya dari Tanah Suci Ibrahim menikah dengan puteri KH. Ali dan mendirikan Pondok Pesantren Binorong di Banjarnegara. karena masih menjadi buronan Belanda, kemudian Ibrahim mengubah nama menjadi KH.Busyro Syuhada sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Binorong.

Pondok Pesantren Binorong berkembang cukup pesat dan melahirkan tokoh-tokoh santri ternama seperti Achyat adik misan Ibrahim, M. Yasin (adik kandung), dan Soedirman salah satu tokoh Pahlawan Nasional.


Tahun 1921 dalam konferensi Pemuda Muhammadiyah di Yogyakarta, KH. Busyro bertemu pertama kali dengan dua kakak beradik A.Dimyati dan M.Wahib. Diawali dengan adu kaweruh antara M.Wahib dengan Achyat (kelak berganti nama menjadi H. Burhan), selanjutnya kedua kakak beradik ini mengangkat KH. Busyro sebagai Guru.

KH. Busyro Syuhada kemudian pindah dan menetap di Yogyakarta sehingga aliran Pencak Silat Banjaran, yang pada awalnya dikembangkan melalui Pondok Pesantren Binorong kemudian dikembangkan di Kauman, Yogyakarta. Atas restu Pendekar Besar KH. Busyro, A. Dimyati dan M.Wahib diizinkan untuk membuka perguruan dan menerima murid. Tahun 1925 dibukalah Perguruan Pencak Silat di Kauman, terkenal dengan nama Cikauman. Perguruan Cikauman, dipimpin langsung oleh Pendekar Besar M. Wahib dan Pendekar Besar A. Dimyati.

Tersebutlah M. Syamsuddin, murid Cikauman yang dinyatakan berhasil dan lulus, diizinkan untuk menerima murid dan mendirikan Perguruan Seranoman. Perguruan Seranoman berletak di kauman sebelah utara, melahirkan seorang Pendekar Muda M. Zahid yang mempunyai seorang murid andalan bernama Moh. Barrie Irsyad.

Pendekar Moh. Barrie Irsyad, sebagai murid angkatan ke-6 yang telah dinyatakan lulus dalam menjalani penggemblengan oleh Pendekar M. Zahid, M. Syamsuddin, M. Wahib dan A. Dimyati. Kemudian mendirikan Perguruan KASEGU. Kasegu, merupakan senjata khas yang berlafal Muhammad yang diciptakan oleh Pendekar Moh. Barrie Irsyad.

Wednesday, October 13, 2021

SEJARAH PENCAK DOR | Official Pencak Silat Indonesia

SEJARAH PENCAK DOR | Official Pencak Silat Indonesia

Pencak Dor merupakan salah satu jenis kegiatan olahraga tarung bebas yang pertama kali diadakan dilingkungan Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur. Hingga artikel ini diterbitkan Pencak Dor masih rutin diadakan sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan warisan budaya Bangsa Indoensia.

Salah satau seni seni beladiri yang menjadi sejarah panjang Pesnatren Lirboyo ini menjadi rutinitas santri diluar menimba ilmu agama, tradisi ini bertransformasi menjadi ajang silaturrahim para pendekar yang dikenal dengan sebutan Pencak Dor.


Sejarah Pencak dor | OFFICIAL PENCAK SILAT INDONESIA
Sumber tertera pada gambar

Dikutip dari Kompas.TV -  Gus Latif atau yang lebih akrab disapa Mbah Latif adalah salah satu tokoh penting yang menjadi saksi hidup perkembangan Pencak Dor dan Pagar Nnusa GASMI di lingkungan Pesantren Lirboyo, dalam wawancara tersebut Mbah Latif mengatakan,

Asal muasal Pencak Dor

Sebutan Pencak Dor mulai dikenal dikalangan santri dan masyarakat umum sejak awal 1960-an. dengan adanya kegiatan Pencak Dor menjadikan magnet kuat para santri dari berbagai penjuru negeri berbondong-bondong datang ke Lirboyo, bukan hanya kalangan satri saja bahkan dari kalangan umum pun juga tidak kalah besarnya, mulai dari masyarakat Karesidenan Kediri dan sekitarnya

Setiap Pencak Dor diadakan maka waktunya para jawara-jawara Karesidenan Kediri dan sekitarnya berkumpul, tidsk disitu saja para pendekar-pendekar dari berbagai alairan dan penjuru negeripun rela datang menghadiri Pencak Dor di Pesantren Lirboyo Kediri, disisi lain Pesantren Lirboyo ini dikenal sejak dulu merupakan tempat pengkaderan para Pesilat apa lagi masih ada nama besar Gus Maksum pada masa itu.

Arena Pencak Dor

Diarena yang hanya dibatasi bambu serta beralaskan kayu dan terpal acara Pencak Dor berlangsung sangat meriah. awal mula kegiatan ini dinamai oleh para pendekar Karesidenan Kediri dan sekitarnya sebagai kegiatan "Pencak Genjot/ Pencak Bebas" dan kemudian diubah menjadi "Pencak Dor" hingga saat ini. Ujar Mbah Latif

Kemudian tambah beliau " Jika ditandai dengan tabuhan alat musik dan Salawatan itu berarti Pencak Dor akan segera dimuali dan ribuan penonton memadati lapangan bergelora untuk mengantri hanya sekedar menonton hingga mengatri untuk mencoba naik diatas panggung bambu.

Prinsip Pencak Dor adalah " Diatas lawan dibawah kawan" prinsip ini tetap dijaga sebagai pondasi utama diadakannya Pencak Dor yang menjadi ajang memperat tali silaturrahim. bertarung brutal hanya berlaku di atas saja setelah turun tidak ada lagi yang nama nya dendam diatara petarung yang telah usai berduel.

Lantas apa yang diperoleh setelah para petarung berduel, bukan urusan menang kalah diatas bertarung hanya untuk menunjukan ikatan silaturrahim setelah bertarung para pendekar diberikan kupon oleh panitia yang nantinya akan ditukarkan dengan soto/rawon.

Karena cara tradisional ini merupakan cara efectif dalam meredam ketegangan antar petarung usai berduel. makan bersama sambil bercanda dan pulang menjadi teman akrab. itulah Pencak Dor.

Karena bagi para petarung Pencak Dor legitimasi bertarung adalah hal yang kedua yang paling utama adalah menjalin ikatan silaturrahim dan persahabatan antara siapapun mekipun belum pernah salaing kenal sebelumnya. tutup Mbah Latif

Tag :
Pencak Dor, Sejarah Pencak Dor , Pagar Nusa, GAMSI, Ggus Maksum, Mbah latif, Budaya Indonesia, Pencak Silat

Friday, October 8, 2021

BIOGRAFI KI AGENG SOERODIWIRDJO PENDIRI SETIA HATI (SH) | Official Pencak Silat Indonesia

BIOGRAFI KI AGENG SOERODIWIRDJO PENDIRI SETIA HATI (SH) | Official Pencak Silat Indonesia

Official pencak silat
Ki Ngabei Ageng Soerodiwirdjo

Biografi 

Ki Ngabei Ageng Soerodiwirdjo (Muhamad Masdan), lahir pada tahun 1876 di Surabaya (versi lain dari gresik) wafat pada tahun 1944 di Madiun, adalah putra sulung Ki Ngabei Soeromihardjo (mantri cacar di ngimbang kab: jombang Ki ngabei Soeromihardjo adalah saudara sepupu RAA Soeronegoro (bupati Kediri pada saat itu). Ki Ageng soerodiwirdjo mempunyai garis keterunan batoro katong di Ponorogo, beliau menikah dengan ibu sarijati umur 29 tahun di surabaya dari perkawinan itu dianugrahi 3 anak laki-2 dan 2 anak perempuan namun semuanya meninggal dunia sewaktu masih kecil.

Pada usia 14 tahun (1890) beliau lulus SR sekarang Sekolah Dasar, kemudian diambil putra oleh pamanya (wedono di wonokromo) dan tahun 1891 ikut seorang kontrolir belanda dimagang sebagai juru tulis. Ki Ageng Soerodiwirdjo pada tahun 1892 pindah ke bandung tepatnya di parahyangan di daerah ini beliau berksempatan belajar ilmu pencak silat berbagai alairan seperti Cimande dan Cikalong.

Tahun 1893 beliau pindah ke Batavia (jakarta) sembari belajar pencak silat khas betawi seperti Betawian dan Kwitangan.

Pada tahun 1894 Ki Ageng Soerodiwirdjo pindah ke bengkulu, kemudian pindah ke padang. sembari belajar kerohanian silek minangkabau dari gurunya Datuk Rajo Batuah. yang menurut beberapa sumber dasar kerohanian ini diajarkan dike SH an tingkat II. (baca disini).

Pada tahun 1898 beliau melanjutkan perantuanya ke Banda Aceh, belajar keagaman dan pencak sialt dari beberapa tokoh diantaranya, Tengku Achamd mulia Ibrahim,  Gusti kenongo mangga tengah, Cik bedoyo.

Pada tahun 1902 Ki Ageng Soerodiwirdjo kembali ke Surabaya dan bekerja sebagai anggota polisi dengan pangkat mayor polisi.

Dunia persilatan

Pada tahun 1903 di Tambak Gringsing Surabaya, untuk pertama kali Ki Ageng Soerodiwirdjo mendirikan perkumpulan kerohanian yang di beri nama Sedulur Tunggal Kecer (STK) dan olah fisik pencak bernama “Djoyo Gendelo Tjipto Muljo Langen Mardiharjo”.


Official pencak silat
Setia Hati

Pada tahun 1917 mendiang Ki Ageng Soerodiwirdjo pindah ke Madiun, kecintaanya terhadap dunia persilatan membuat beliau mengabdikan hidup sepenuhnya didunia persilatan, setelah berdomisili di Madiun beliau mengubah nama Djoyo Gendelo Tjipto Muljo Langen Mardiharjo menjadi Setia Hati (SH).

Kata "Djoyo" memiliki arti kesombongan hal ini lah yang membuat nama Djoyo Gendelo Tjipto Muljo Langen Mardiharjo dan Sedulur Tunggal Kecer tidak boleh digunakan kembali. (sumber)

Seiring berkembanganya waktu Setia Hati (SH) berkembang menjadi beberapa perguruan yang tetap menginduk pada Setia Hati (SH), diantaranya :
Mendiang Ki Ageng Soerodiwirdjo wafat pada hari jum`at legi tanggal 10 November 1944 pada usia 68 tahun dan di makamkan di makam Winongo Madiun Jawa Timur.

Artikel ini ditulis dari beberapa referensi terkait dengan pencarian " Biografi Ki Ageng Soerodiwirdjo pendiri Setia Hati (SH)" diantaranya:
  • madiuntoday.id
  • musabab.com
  • kandangsh.blogspot.com
  • jaist.ac.jp
  • psht.or.id
  • setiahatiterate.org
Tag : 
Biografi Guru Besar PSHT , Biografi Guru Besar SH Winongo Tunas Muda, Setia Hati Panti, Setia Hati Organisasi, Pencipta senam dasar PSHT , Pencipta jurus belati PSHT , Pencipta jurus toya PSHT , Sejarah PSHT , Guru besar PSHT , Ketua umum PHT , Ki Angeng soerodiwirjo , pencak silat indonesia, SH , Teratai, Winongo , SHW

Thursday, October 7, 2021

BIOGRAFI KI HADJAR HARDJO OETOMO PENDIRI PSHT | Official Pencak Silat Indonesia

BIOGRAFI KI HADJAR HARDJO OETOMO PENDIRI PSHT | Official Pencak Silat Indonesia

Official pencak silat
Ki Hadjar Hardjo Oetomo 

Profile

Ki Hadjar Hardjo Oetomo lahir di Winongo, Kota Madiun, Jawa Timur, (1883 - wafat 13 April 1952 dimakamkan di TPU Desa Pilangbango, Kota Madiun, Jawa Timur).

Ki Hadjar Hardjo Oetomo dimasa muda sangat aktif terlibat diberbagai organisasi dari bidang politik dengan bergabung di Syarekat Islam (SI), SI merupakan salah satu organisasi politik yang memiliki jumlah masa yang sangat besar,  hingga akhirnya pada tahun 1921 oraganisasi politik ini mulai terpecah belah.  (sumber)

Sedangkan pada sektor ekonomi Ki Hadjar Hardjo Oetomo mendirikan perkumpulan Harta Djaja sebuah organisasi kemasyarakatan yang bergerak dibidang ekonomi atau disebut juga koperasi dijaman sekarang. 

Dibidang organisasi kemasyarakatan beliau mendirikan SH Pencak Sport Club (SH-PSC) di Desa Pilangbango Madiun pada 1922.  (sumber)

Riwayat Hidup

Ki Hadjar Hardjo Oetomo lahir di daerah Winongo, Kota Madiun pada tahun 1883. Masa kecilnya dihabiskan di daerah tersebut sampai remaja. Sebelum mendirikan SH PSC, Ki Hadjar Hardjo Oetomo magang sebagai guru di SD Banteng Madiun. kemudian bekerja di Leerling Reambate di SS (PJKA) Bondowoso, Panarukan dan Tapen. Pada tahun 1906, ia keluar dari PJKA dan bekerja menjadi Mantri Pasar Spoor Madiun di Mlilir dengan jabatan terakhir sebagai Ajudan Opsioner Pasar Mlilir, Dolopo, Uberan dan Pagotan (wilayah selatan Madiun) 1916, ia bekerja di pabrik gula Redjo Agung Madiun.

Beberapa referensi mencatat pada tahun 1917 Ki Hadjar Hardjo Oetomo bekerja di Madiun sebagai Hoof Komisaris. kemudia masuk menjadi anggota Setia Hati (SH) dan dikecer langsung oleh Ki Ngabei Soerodiwirjo guru besar Setia Hati (SH).

Pendiri Setia Hati Pemuda Sport Club (PSC)

Ditahun 1922 Ki Hadjar Hardjo Oetomo mendirikan SH Pencak Sport Club (SH-PSC) di Desa Pilangbango Madiun.  (sumber)

Baca juga :
Namun pada tahun 1925, ia ditangkap dan diasingkan oleh pemerintah Belanda dan dipenjara di Cipinang, kemudian dipindahkan ke Padang, Sumatra Barat selama 15 tahun. Setia Hati PSC dibubarkan oleh Kolonial Belanda karena terdapat unsur/nama "Pencak" yang terindikasi sebagai organisasi pemberontak.

Setelah pulang dari masa tahanan, ia mengaktifkan kembali SH Pencak Sport Club dan untuk menyesuaikan keadaan pada masa itu, kata "pencak" pada SH Pencak Sport Club diubah menjadi "pemuda" SH Pemuda Sport Club.

Perubahan SH PSC ke PSHT

Kurun waktu 15 tahun setelah diasingkanya Ki Hadjar Hardjo Oetomo di Padang Sumatra Barat dan dibarengi dengan dibubarkanya Setia Hati Pencak Sport Club (SH-PSC) oleh Kolonial Belanda, beliau kembali ke Madiun pada 1940-an, dan kembali mengaktifkan SH Pencak Sport Club namun dengan mengubah nama "pencak" menjadi "pemuda", yang kemudian dikenal waktu itu sebagai Setia Hati Pemuda Sport Club.

Dengan pergantian nama ini, Setia Hati Pemuda Sport Club (SH PSC) akhirnya dapat berkembang pesat di berbagai wilayah Madiun. kemudian ditahun 1942 salah satu murid Ki Hadjar Hardjo Oetomo angkatan pertama yang bernama Soeratno Sorengpati mengusulkan perubahan kembali nama Setia Hati Pemuda Sport Club (SH PSC) menjadi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).


Pada tahun 1948 beberapa tokoh penting Setia Hati Pemuda Sport Club (SH PSC) akhirnya mengadakan kongres pertama dikediaman Ki Hadjar Hardjo Oetomo di Pilangbango Madiun. untuk membahas keberlangsungan Setia Hati Pemuda Sport Club (SH PSC), pada musyawarah ini disepakati juga peresmian nama Setia Hati Pemuda Sport Club (SH PSC) menjadi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) perubahan ini berlaku hingga saat ini.

Setelah melalui proses yang cukup panjang akhirnya orgnaisasi pencak silat ini resmi berkembang dengan nama baru, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) pada tahun 1948. meski telah diusulkan diubah oleh Soeratno Sorengpati ditahun 1942 namun nama PSHT baru diresmikan ditahun 1948 hingga saat ini. (sumber)


Tag :
Biografi Guru Besar PSHT , Biografi Guru Besar SH Winongo Tunas Muda, Setia Hati Panti, Setia Hati Organisasi, Pencipta senam dasar PSHT , Pencipta jurus belati PSHT , Pencipta jurus toya PSHT , Sejarah PSHT , Guru besar PSHT , Ketua umum PHT , Ki Angeng soerodiwirjo , pencak silat indonesia, SH , Teratai, Winongo , SHW

Wednesday, October 6, 2021

BIOGRAFI RADEN TOTONG KIEMDARTO IKSPI | Official Pencak Silat indonesia

BIOGRAFI RADEN TOTONG KIEMDARTO IKSPI | Official Pencak Silat indonesia

Totong Kiemdarto
Raden Totong Kiemdarto 

Raden Totong Kiemdarto lahir di Madiun, 20 Oktober 1953 wafat pada 24 Desember 1997 adalah Guru Besar perguruan Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKS PI) Kera Sakti. Beliau merupakan tokoh utama dibalik berdirinya IKSPI Kera Sakti.

Beberapa sumber yang kami himpun tentang profile Guru Besar IKSPI Kera Sakti mencatat, Raden Totong Kiemdarto memulai kiprahnya didunia persilatan sudah sangat lama, sebelum beliau resmi mendirikan IKSPI pada tahun 1980, paduan jurus dan gaya aliran dari IKSPI menjadi saksi nyata keterampilan dan pengalaman beliau dalam dunia persilatan, corak kung fu yang melekat didalam jurus dan nama gerakan ini pun menjadi aspek penting bukti wawasan dari Raden Totong Kiemdarto.

RadenTotong Kiemdarto
RadenTotong Kiemdarto 


Baca juga :

Pesan Raden Totong Kiemdarto untuk pada warga IKSPI Kera Sakti - Wahai Anak-anakku, jagalah teguh Motto Perguruan IKS PI Kera Sakti. Aku titipkan IKS kepadamu dan kembangkanlah sampai akhir hayatmu. Ilmu IKS tidak akan hilang karena abadi sepanjang masa. Jangan salah gunakan ilmu untuk berbuat jahat dan jangan mengejek perguruan lainnya. Biarkanlah perguruan lain mengejek kita karena itu akan membuat IKS berkembang.


Tag :
IKSPI, RadenTotong Kiemdarto, Kera Sakti, Sejarah Kera Sakti, Guru besar Kera Sakti , IKSPI Kera Sakti, Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia Kera Sakti, Lambang Kera Sakti, Logo Kera Sakti
29 FALSAFAH AJARAN SH TERATE | Official Pencak Silat Indoensia

29 FALSAFAH AJARAN SH TERATE | Official Pencak Silat Indoensia

PSHT memiliki 29 falsafah ajaran yang diambil dari ajaran luhur jawa, dengan falsafah ini diharapkan bagia seluruh warga PSHT mampu menerapkan dalam hidup untuk pemantapan jiwa ke SH an secara totalitas. berikut 29 ajaran falsafah ke SH an yang dapat dipelajari.

Warga SH Ponorogo
Warga SH Ponorogo

  1. Sepira Gedhening Sengsara Yen Tinampa Amung Dadi Coba, yang berarti "seberapa pun besarnya kesengsaraan jika mampu menerimanya hanya akan jadi cobaan semata".
  2. Ala Tanpa Rupa Yen Tumandhang Amung Sedhela, yang berarti "setiap rasa kesusahan, keburukan, serta masalah-masalah apabila dijalani dengan berlapang dada maka kemudian terasa sebentar saja".
  3. Tega Larane, Ora Tego Patine, yang secara harfiah berarti "tega melihat sakitnya, tidak tega melihat matinya". Yang mana maksudnya adalah warga PSHT berani menyakiti seseorang dalam rangka memperbaiki bukan merusak (membunuh).
  4. Suro Diro Joyo Diningrat Lebur Dening Pangastuti, yang berarti "segala kesempurnaan hidup dapat diluluhkan dengan budi pekerti luhur".
  5. Satria Ingkang Pilih Tanding, yang secara harfiah berarti "seorang kesatria mampu memilih lawan". Maksudnya seseorang berjiwa kesatria hanya mau melawan orang yang mampu menghadapinya, bukan orang yang lemah daripadanya".
  6. Ngluruk Tanpo Bolo, Menang Tanpo Ngasorake, Sekti Tanpa Aji-Aji, Sugih Tanpa Bandha, yang berarti "mendatangi tanpa kawan, menang tanpa mengalahkan, sakti tanpa kesaktian dan kaya tanpa kekayaan".
  7. Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan, yang artinya "jangan sakit hati kala musibah menimpa, jangan susah kala kehilangan".
  8. Ojo Seneng Gawe Susahe Liyan, Opo Alane Gawe Seneng Liyan, yang artinya "jangan suka menyusahkan orang lain, apa jeleknya membahagiakan orang lain".
  9. Ojo Waton Ngomong Ning Yen Ngomong Sing Gawe Waton, yang artinya "jangan hanya bisa bicara namun harus bisa membuktikan".
  10. Ojo Rumongso Biso Ning Sing Biso Rumungso, yang artinya "jangan merasa bisa, namun juga harus bisa merasakan".
  11. Ngunduh Wohing Pakarthi, yang artinya "siapa yang berbuat pasti akan menerima hasil perbuatannya".
  12. Jer Basuki Mawa Beya, yang artinya "segala kesuksesan memutuhkan pengorbanan".
  13. Budhi Dayane Manungso Tan Keno Ngluwihi Kodrate Sing Maha Kuwoso, yang berarti "segala daya upaya manusia tidak akan bisa melebihi ketentuan Tuhan Yang Maha Kuasa".
  14. Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta dur Hangkara, yang secara harfiah berarti "memperindah keindahan dunia serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak pada diri".
  15. Sepiro duwurmu ngudi kawruh, sepiro jeromu ngangsu ngilmu, sepiro akehe guru ngajimu tembe mburine mung arep ketemu marang sejatine awake dewe, yang berarti "seberapa tinggimu mencari pengetahuan, seberapa dalammu menuntut ilmu, seberapa banyak guru yang mengajarmu, tetap bergantung pada dirimu sendiri".
  16. Sopo sing wus biso nemoake sedulur batine kakang kawah adi ari-ari papat kiblat lima pancer, sejatine wus nemu guru sejatine.
  17. Sekti tanpo aji digdoyo tanpo guru, yang berarti "sakti tanpa kesaktian, hebat tanpa guru".
  18. Kridhaning ati ora bisa mbedhah kuthaning pesthi, yang berarti "gejolak jiwa (seharusnya) tidak mengubah kepastian".
  19. Amemangun karyenak tyasing sesama, yang berarti "membuat nyaman perasaan orang lain".
  20. Sukeng tyas yen den hita, yang berarti "suka/bersedia menerima nasihat".
  21. Aja Adigang, Adigung, Adiguna, yang berarti "jangan sok kuasa, sok besar dan sok sakti".
  22. Aja Milik Barang Kang Melok, Aja Mangro Mundak Kendo, yang berarti "jangan tergoda kemewahan, jangan mudah mendua agar semangat tidak kendur".
  23. Sing Resik Uripe Bakal Mulya, yang berarti "yang bersih hidupnya akan mulia".
  24. Aja Kuminter Mundak Keblinger, Aja Cidra Mundak Cilaka, Sing Was-was Tiwas, yang berarti "jangan sok pintar karena akan salah arah, jangan suka berbuat curang karena akan celaka, yang ragu-ragu akan binasa".
  25. Aja Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman, yang berarti "jangan terobsesi kedudukan, keduniawian dan kepuasan".
  26. Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman, yang berarti "jangan mudah heran, jangaan mudah kecewa, jangan mudah kaget, jangan manja".
  27. Sepi ing Pamrih Rame ing Gawe, Banter tan Mbancangi, Dhuwur tan Ngungkuli, yang berarti "bekerja dengan giat tanpa pamrih, cepat tanpa mendahului dan tinggi tanpa menandingi".
  28. Urip Iku Urup, yang secara harfiah artinya "hidup itu menghidupi". Maksudnya dalam hidup harus bisa menjadi manfaat bagi orang lain.
  29. Sak Apik-apike Wong Yen Aweh Pitulung Kanthi Cara Dedhemitan, yang berarti "sebaik-baiknya orang adalah memberi pertolongan dengan tanpa ingin diketahui orang lain".
Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta dur Hangkara, salam persaudaraan

Tag :
PSHT, Teratai , Pesaudaraan Setia Hati Teratai, Madiun pencak silat, SH, Sejarah PSHT, Ketua PSHT.
KETUA PSHT DARI MASA KE MASA | Official Pencak Silat Indonesia

KETUA PSHT DARI MASA KE MASA | Official Pencak Silat Indonesia

Merujuk pada sumber - pucuk kepemimpinan PSHT dari masa kemasa silih berganti seiring berjalanya waktu, setelah wafatnya Ketua Umum pertama yaitu Ki Hadjar Hardjo Oetomo pada 12 April 1952 kemudian perjuangan PSHT dilanjutkan oleh beberapa tokoh penting yang juga lahir dari PSHT itu sendiri, Berikut deretan nama-nama Ketua Umum PSHT Teratai dari masa kemasa.

Tokoh PSHT
Tokoh PSHT

  1. Ki Hadjar Hardjo Oetomo (1951 – 1953).
  2. Soetomo Mangkoedjojo (1953 – 1956) - (1966 – 1974).
  3. Mas Irsjad (1956 – 1958).
  4. Mas Santoso Kartoatmodjo (1958 – 1965).
  5. Mas Imam Koesoepangat (Pandhita Wesi Kuning) (1974)
  6. Badini (1977)
  7. Tarmidji Boedi Harsono (1977 – 1981) (2013). rujukan
  8. Richard Simorangkir (2014). rujukan
  9. Arief Soeryono (PLT)
  10. Dr. Ir. H. Muhammad Taufiq, S.H., M.Sc. (2016 – 2021).
Dari beberapa sumber yang kami kumpulkan tentang sejarah kepengurusan PSHT ada beberapa perbedaan pada masa jabatan, untuk referensi merujuk pada sumber terpercaya dilaman wikipedia dan website resmi psht.or.id.

PSHT merupakan perncak silat dengan catatan sejarah yang sangat fenomenal sudah 1 abad bediri tentu PSHT memiliki mobilitas organisasi dan kapasitas anggotanya mencapai ribuan yang telah disahkan menjadi warga. tak hayal jika pencak silat ini merupakan salah satu yang tebesar diindonesia.

Baca juga :
Referensi pasti tentang sumber artikel ini sepenuhnya adalah laman wikipedia dan website resmi organisasi PSHT, jika ada kekeliruan tentang catatan pada artikel ini, silahkan berikan masukan untuk diperbaiki.
Salam persaudaraan

Tag :
PSHT, Teratai , Pesaudaraan Setia Hati Teratai, Madiun pencak silat, SH, Sejarah PSHT, Ketua PSHT.

Tuesday, October 5, 2021

DAFTAR KETUA UMUM PSNU PAGAR NUSA DARI GUS MAKSUM HINGGA SEKARANG | Official Pencak Silat Indo

DAFTAR KETUA UMUM PSNU PAGAR NUSA DARI GUS MAKSUM HINGGA SEKARANG | Official Pencak Silat Indo

PSNU Pagar Nusa pencak silat yang berdiri di Pesantren Lirboyo-Kediri pada 03 Januari 1986, dengan jumlah anggota pesilat yang sudah mencapai ribuan dan tersebar diberbagai tingkat kabupaten/kota diseluruh provinsi diindonesia, dengan jumlah anggotanya yang sangat besar tentu silat ini telah berkembang pesat mengingat silat ini baru bediri sekitar 35 tahun, sejak artikel ini ditulis.

Selain membahas sejarah pencak silat pagar nusa, guru besar pagar nusa kali ini kita akan membahas deretan Ketua Umum PSNU Pagar Nusa dari masa ke masa.

Image dari Editorpansa
Ketum Pagar Nusa

Ketua Umum Pertama

KH. Abdullah Maksum Jauhari (Gus maksum) merupakan nama yang pertama kali muncul sebagai Ketua Umum PSNU Pagar Nusa pertama sekaligus menjadi Guru Besar Pagar Nusa, beliau merupakan sosok yang sangat berkarisma dan disegani dikalangan para pendekar Pagar Nusa diseluruh indonesia. keahlian beliau dibidang beladiri seringkali menjadi identitas tak tergantikan.. Baca selengkapnya tentang Gus Maksum.


Ketua Umum Ke dua

KH. Suharbillah - Pengasuh pesantren An Najiyyah menjadi tokoh kedua yang menjadi Ketua Umum PSNU Pagar Nusa meneruskan perjuangan Gus Maksum, selain nama Gus Maksum tentu beliau juga memiki peran yang sangat bersejarah berdirinya PSNU Pagar Nusa. bersama beliaulah Gus Maksum dan tokoh NU lainya melambungkan nama Pagar Nusa diseluruh penjuru negeri..  Baca selengkapnya tentang KH. Suharbillah.


Ketua Umum Ke tiga (2007-20012)

KH. Fuad Anwar, salah satu sosok ulama yang sangat berpengalaman dibidang administrasi dan pencak silat, nama beliau sangat dikenal dikalangan pesilat Pagar Nusa dan Nahdlatul ulama karena beliau sangat aktif dikeduanya, selain itu beliau juga merupakan kerabat dekat dari Guru Besar PSNU Pagra Nusa pertama yaitu Gus Maksum.. Baca selengkapnya tentang KH. Fuad Anwar.


Ketua Umum Ke empat (2012-2017)

KH. Aizzudin Abdurrahman sekaligus cucu dari pendiri Nahdlatul Ulama  menjadi nama ke empat yang terpilih sebagai Ketua Umum PSNU Pagar Nusa ke-empat pada priode 2007-2012, beliau terpilih saat kongres ke II yang berlangsung di Pondok Pesantren Sunan Drajat, Paciran, Lamongan, Jawa Timur..  Baca selengkapnya tetang KH. Aizzudin Abdurrahman.


Ketua Umum Ke lima (2017-2021)

Muchamad Nabil Haroen, S.Sos.I, SP.d, M. Hum , menjadi nama yang saat ini menjadi penerus perjuangan Gus Aiz untuk mengomandoi PSNU Pagar Nusa, beliau terpilih menjadi Ketua Umum PSNU Pagra Nusa ke lima yang diadakan di Padepokan Pencak Silat Indoneisa TMII pada 2017 yang lalu, dibawah komando beliau PSNU Pagar Nusa menjadi salah satu kekuatn pencak silat elite diindoneisa karena peningkatan jumlah angota dan sistem-sistem administrasinya semakin berkembang..  Baca selengkapnya tentang Muchamad Nabil Haroen, S.Sos.I, SP.d, M. Hum.


Tag :
Pagar Nusa, Nahdlatul ulama, Ahlusunnah wal jamaah, PN, NU, Banser, GP Ansor, Fatayat, Muslimat, PBNU, Sejarah Pagar Nusa, Gus Maksum, Santri NU, Sejarah berdirinya pagar nusa, sejarah pagar nusa, GASMI LIRBOYO. KH. Suharbillah, KH. Fuad Anwar, KH. Aizzuddin Abdurrahman, Ketua Umum PSNU Pagar Nusa, Gus Nabil Haroen.
BIOGRAFI GUS MAKSUM JAUHARI GURU BESAR PAGAR NUSA | Official Pencak Silat Indonesia

BIOGRAFI GUS MAKSUM JAUHARI GURU BESAR PAGAR NUSA | Official Pencak Silat Indonesia

gus maksum
Gus Maksum

Biografi

Kh. Abdullah Maksum Jauhari yang akrab disapa Gus Maksum adalah tokoh penting NU dari Kota Kediri Jawa Timur yang berperan aktif dibidang dakwah Islam dan Pencak Silat, berikut profile dari Kh. Abdullah Maksum Jauhari (Gus Maksum) :
  • Nama : KH. Maksum Jauhari lebih akrab dipanggil Gus maksum
  • Tempat/Lahir : Kanigoro, Kras Kediri jawa Timur, 08 Agustus 1944 
  • Wafat : Kanigoro, Senin 21 Desember 2003
  • Putra paling bungsu dari Kyai Jauhari dan Nyai Aisyah
  • Cucu dari salah satu pendiri PP Lirboyo KH. Manaf Abdul Karim
  • Guru Besar PSNU Pagar Nusa
  • Menjadi salah satu Pengasuh Pesantren Lirboyo
  • Komandan uatama pemberantas PKI tahun 60-an
  • Ketua Umum pertama PSNU Pagar Nusa
  • Pendiri Pencak Silat GASMI (Gerakan Aksi Silat Muslimin Indonesia)

Sanad pendidikan

  • Masuk Sekolah Dasar Kanigoro pada tahun 1957
  • Madrasah Tsanawiyah (MTS) lirboyo namun tidak sampai tamat
  • Selebihnya beliau habiskan belajar mendalami ilmu agama di Pesantren Lirboyo dan melalangbuana diberbagai wilayah Jawa dan luar Jawa untuk mendalami kanuragan dan pencak silat.

Guru-guru Gus Maksum

KH. Maksum Jauhari menuntut ilmu dengan mengaji dan sekolah selain itu juga belajar ilmu kanuragan dan pencak silat ke banyak wilayah dengan mendatangi para ahli yang menjadi kebutuhannya, di antara lain:
  1. KH. Jamaludin Batokan (Kediri)
  2. KH. Jufri, Mbah Jipang (Kediri)
  3. Kiai Muhammad Batokan (Kediri)
  4. Ahmad Fathoni (Pendekar dari Rengas Dengklok, Karawang, Jawa Barat) ahli ilmu pencak aliran Cikaret dan Cikalong
  5. KH. Kasidak (Kediri - Blitar)
  6. Haji Munawar, Jabang, Kediri
  7. Haji Muhajir, Mondo, Kediri
  8. Haji Zaenal, Kediri
  9. KH. Mansur, Kali Pucung, Blitar
  10. KH. Ahmad, Kemuning, Kediri
  11. KH. Ibrahim, Banjar Melati, Kediri
  12. Habib Jufri, Mrican, Kediri
  13. Habib Baharun, Mrican, Kediri
  14. KH. Mahrus Ali (Lirboyo, Kediri)
  15. KH. Ya'kub (Lirboyo, Kediri)
  16. KH. Ilyas (Buntet, Cirebon)
  17. Kiai Busro (Buntet, Cirebon)

Gus Maksum kecil

KH. Abdullah Maksum Jauhari (Gus Maksum) lahir dan dibesarkan di Abdi Dalem lingkungan Pesantren Lirboyo menjadikan beliau memiliki karakter yang taat beragama, taat kepada kedua orang tua dan kepada guru-gurunya. Karakter inilah yang membuat mendiang Gus Maksum sangat berkarisma dikalangan santri-santri Lirboyo.

Tercatat diberbagai sumber, Gus Maksum diwaktu kecil telah memiliki tanda-tanda Kharomah yang fenomenal, tidak hanya memiliki kepandaian dalam belajar ilmu agama saja namun Gus Maksum kecil sudah memiliki keahlian-keahlian diluar nalar, seperti  melompat melayang dari satu tiang ketiang yang lainnya di masjid Kanigoro, berputar cepat diatas piring tanpa pecah bagaikan Gangsing, padahal waktu itu Gus Maksum kecil masih belum mahir ilmu kanuragan maupun silat. Selengkapnya tentang Kharomah Gus Maksum bisa dibaca pada tautan link dibawha ini,
  • Beberapa catatan bersejarah Kharomah Gus Maksum diwaktu kecil

Gus Maksum Muda

Ketika masuk diusia belasan tahun Gus Maksum mulai memperdalam ilmu agama ke berbagai wilayah dijawa dan luar jawa, dalam beberapa kali perjalanan ini Gus Maksum muda sembari memperdalam ilmu kanuragan dan ilmu beladiri dengan guru-guru pembimbing terbaik dimasing-masing bidang. 

Setelah kembalinya beliau dari perantauan, Gus Maksum muda mengabdikan diri dan menetap di Pesantren Lirboyo untuk mewariskan keahlianya dibidang ilmu agama, kanuragan dan pencak silat.

Dekade 1960-an menjadi momen bersejarah bagi Gus Maksum muda, yang mana pada saat itu terjadi puncak gelombang Intimidasi, Anarki dan Frontalisme dari anggota PKI dan antek-anteknya diwilayah Karesidenan Kediri, khususnya dipesantren-pesantren tak terkecuali Pesantren Lirboyo.

Mendengar berhembusnya informasi anggota PKI dan antek-anteknya telah menyiapkan lubang untuk melakukan pembantaian terhadap Kiyai dan Ulama abdi dalem Pesantren Lirboyo membuat jiwa muda Gus Maksum semakin murka dengan terang-terangan beliau menyatakan perang terhadap PKI dan antek-anteknya.

Tidak hanya sekali Gus Maksum melakukan kontak fisik dengan pemuda-pemuda LERKA besutan PKI, Atas ijin guru dan Allah SWT Gus Maksum mampu melawan belasan PKI, Lebih lengkap tentang momen-momen Gus Maksum melawan PKI bisa dibaca ditautan link dibawah ini.
  • Momen Gus Maksum memukul mundur puluhan Anggota PKI
  • Momen rabut Gus Maksum menyala 
Kemudian sebagai antisipasi serangan dari PKI dilingkungan Pesantren Lirboyo, pada tahun 1966 Gus Maksum mengadakan kegiatan latihan Pencak Silat bersama santri-santri di Lirboyo dan diberikan nama Gerakan Aksi Silat Muslimin Indonesia (GASMI) tujuannya untuk bekal beladiri menjaga Kiyai dan Ulama.

Gerakan Aksi Silat Muslimin Indonesia (GASMI) menjadi saksi sejarah yang menceritakan kepawaian Gus Maksum muda dalam ilmu beladiri, keahlian-keahlian beliau dibidang beladiri dituangkan dan wariskan didalam GASMI, Sejarah GASMI bisa dibaca pada tautan link dibawah ini
  • Sejarah berdirinya GASMI 
  • Momen Bersejarah GASMI vs LERKA PKI

Gus Maksum dan GASMI

Pada tahun 1965 menjadi puncak dari sejarah Gus Maksum di Karesidenan Kediri dan Lirboyo, peran beliau sangat krusial dalam menumpas anarkisme dan frontalisme anggota PKI dan antek-anteknya secara langsung, hal ini membuat nama beliau santer terdengar di berbagai kalangan pendekar dan Ulama NU hingga keberbagai wilayah Jawa dan luar Jawa.

Sebagai antisipasi serangan sisa-sia PKI dan antek-anteknya pada 11 Januari 1966 Gus Maksum mendirikan GASMI (gerakan aksi silat muslimin indonesia), beliau mengajarkan teknik beladiri yang telah dirangkup dan disempurnakan kepada para santri-santri di Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur, sebagai sarana beladiri untuk menjaga Kiyai dan melawan anarkisme Anggota PKI.

Ilmu fisik dan kanuragan yang diajarkan oleh Gus Maksum kepada santri GASMI sangat khas dengan teknik-teknik praktis pamungkas yang mematikan. Fakta ini mulai terungkap pada momen-momen bersejarah pemberantasan PKI di Karesidenan Kediri dan Pesantren Lirboyo pada masa dekade 60-an.

Dibawah komando Gus Maksum, Pencak silat GASMI mulai menjelma menjadi salah satu pencak silat populer hingga tahun 80-an diberbagai kalangan bukan hanya di Pesantren Lirboyo saja namun populer di kalangan masyarakat Karesidenan Kediri.

Diusia yang semakin matang nama Gus Maksum semakin menjadi topik pembicaraan yang sangat populer diberbagai kalangan media nasional khususnya di oraganisasi Nahdlatul Ulama, banyak tokoh Ulama dan  Kiyai dari tubuh NU tertarik berkolaborasi dengan beliau dibidang bela diri, yang akhirnya mengandeng beliau untuk bersama-sama membentuk wadah Pencak Silat Nahdlatul Ulama

Pada 03 Januari beliau resmi menjadi Ketua Umum Pertama Pencak Silat NU Pagar Nusa sekaligus menjadi guru besar PSNU Pagar Nusa dan Pagar Nusa GASMI.

Gus Maksum dan PAGAR NUSA

Keahlian dibidang beladiri serta memiliki karisma luar biasa dikalangan para pendekar menggerakan hati Gus Maksum untuk menyatukan perguruan-perguruan dikalangan NU bersama beberapa tokoh lainya, kemudian terpilih menjadi Ketua Umum PSNU Pagar Nusa pertama sekaligus menjadi guru besar PSNU Pagar Nusa setelah dibentuk pada 03 januari 1986. 

Baca juga :

Tag :
Pagar Nusa, Nahdlatul ulama , Ahlusunnah wal jamaah , PN , NU , Banser , GP Ansor , Fatayat, Muslimat , PBNU , Sejarah Pagar Nusa , Gus Maksum , Santri NU, Sejarah berdirinya pagar nusa, sejarah pagar nusa, GASMI LIRBOYO
BIOGRAFI GUS NABIL KETUA UMUM PAGAR NUSA KE-5 | Official Pencak Silat Indonesia

BIOGRAFI GUS NABIL KETUA UMUM PAGAR NUSA KE-5 | Official Pencak Silat Indonesia

Dikutip dari pagar nusa.online berikut profil lengkap Gus Nabil Haroen ketua umum Pagar Nusa, terpilih sebagai Ketua Umum Pusat (PP) Pagar Nusa pada Kongres Pagar Nusa III yang diselenggarakan di Padepokan TMII (Taman Mini Indonesia Indah), Jakarta 2017. Beliau menjabat sebagai Ketua Umum Pusat Pagar Nusa periode 2017-2022.

Gus nabil haroen
Gus nabil haroen

Biografi Gus Nabil
Nama Lengkap : Muchamad Nabil Haroen, S.Sos.I, SP.d, M. Hum (Gus Nabil).
Tempat Tanggal Lahir : Temanggung, 25 Juli 1984
Alamat : Rejosari, RT 01 RW 03, Nagadirejo, Temanggung
Orang Tua : KH. Achmad Haroen Asrori dan Nyai Marchamah.

Setelah tamat pendidikan SMP Islam Ngadirejo, Gus Nabil melanjutkan pendidikannya di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. Di Pesantren beliau mulai mengembangkan diri yang dari awal berbakat menulis. Berbagai bidang jurnalistik ditekuninya dari pertama di mulai dari menterjemahkan kitab Taisir al-Khallaq karya Sayyid Maliki, menjadi wartawan majalah, di Pesantren beliau sudah membangun majalah resmi terbitan Pondok Lirboyo MISYKAT (Media Informasi Santri dan Masyarakat).

Di mulai dari bakat dan ke ahliannya tersebut banyak sudah tulisan hasil karya Gus Nabil yang di muat dalam beberapa majalah terkenal, tabloid, khuttbah baik bentuk berita maupun video. bisa dikatakan Gus Nabil merupakan pondasi jurnalistik Pesantren Lirboyo.

Baca Juga :

Gus Nabil dan NU

Gus Nabil juga menjadi salah satu redaktur NU Online (2010-2012), beliau juga pernah menjadi Pimpinan Wilayah Lajnah Ta’lif Wan Nasyr Nahdlatul Ulama (PW LTN NU) Jawa timur, Lembaga NU yang mengurusi dan menangani bidang jurnalistik di lingkungan NU.

Di mulai dari keprihatinan beliau juga mendirikan PCI NU (Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Taiwan. Yang sampai saat ini Gus Nabil sebagai Mustasyar PCI NU Taiwan yang beralamat Culture Mosque, No: 3, Lame 25, Sec. 1, Hsinhai Rd, Taipei.

Di Pagar Nusa beliau menjabat sebagai Ketua Umum Pusat (PP) Pagar Nusa 2017-2022, yang sebelumnya beliau juga sudah menjabat dalam kepengurusan Pusat pagar Nusa sebagai sekertaris sejak 2011.

Gus Nabil DPR RI

Sebelumnya Gus Nabil mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI 2019-2024 atas dawuh (permintaan) guru dan kiainya. Dengan Dapil pemilihan V wilayah, Solo, Sukoharjo, Boyolali dan Klaten. Berkat doa dan restu Kiai beliau terpilih menjadi Anggota DPR RI dan kemudian dilantik pada Selasa, 01 Oktober 2019.

Tag :
Pagar Nusa, Nahdlatul ulama, Ahlusunnah wal jamaah, PN, NU, Banser, GP Ansor, Fatayat, Muslimat, PBNU, Sejarah Pagar Nusa, Gus Maksum, Santri NU, Sejarah berdirinya pagar nusa, sejarah pagar nusa, GASMI LIRBOYO. KH. Suharbillah, KH. Fuad Anwar, KH. Aizzuddin Abdurrahman, Ketua Umum PSNU Pagar Nusa, Gus Nabil Haroen.
GUS AIZ (AIZZUDIN ABDURRAHMAN) KETUA UMUM PAGAR NUSA KE-4 | Official Pencak Silat Indonesia

GUS AIZ (AIZZUDIN ABDURRAHMAN) KETUA UMUM PAGAR NUSA KE-4 | Official Pencak Silat Indonesia

Dikutip dari pagarnusa.online  - KH. Aizzudin Abdurrahman juga cucu pendiri NU, Gus Aiz (sapaan akrab beliau) terpilih menjadi Ketua Umum Pagar Nusa pada Kongres II yang diselenggarakan Pimpinan Pusat Pagar Nusa di Pondok Pesantren Sunan Drajat, Paciran, Lamongan, Jawa Timur. beliau terpilih sebagai Ketua Umum Pagar Nusa periode 2012-2017 pada 11 Juli 2012.

Aizzudin Abdurrahman
Aizzudin Abdurrahman

Biografi lengkap ketua umum PSNU Pagar Nusa ke-4
Nama Lengkap : KH. Aizzudin Abdurrahman
Tempat Tanggal Lahir : Jombang, 01 Mei 1979
Pendidikan :
  • SDN Manisrenggo Kediri
  • MTs N Kediri I
  • MAN 2 Kediri
  • MASS Tebuireng Jombang
  • Fakultas Hukum Universitas Indonesia
Pengalaman :
  • Kepala madrasah Diniyah PP Al Masruriyyah
  • Direktur PT Gizania Nusantara Mandiri
  • Direktur Utama PT Dignity Multimedia Kreasi
  • Konsultan PT Marya Mantika
Organisasi :
  • Pengasuh PP Al Masruriyyah Tebuireng Jombang
  • Sekertaris PP Al Mubarak Tambak Beras
  • Deklator FKM Jombang
  • Ketua FBMPP Jombang
  • Koordinator Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan DPN HKTI
  • Ketua DKN Garda Bangsa
  • Ketua Umum Koperasi Bangkit Usaha Mandiri
  • Wakil Sekertaris DPN HKTI
  • Ketua Umum PP Pagar Nusa NU (2012-2017)
  • Ketua Pengurus Besar nahdlatul Ulama (2017)
  • Koordinator Nasional Hari Santri 22 Oktober Resolusi Jihad NU (2015).

Baca Juga :
Tag :
Pagar Nusa, Nahdlatul ulama, Ahlusunnah wal jamaah, PN, NU, Banser, GP Ansor, Fatayat, Muslimat, PBNU, Sejarah Pagar Nusa, Gus Maksum, Santri NU, Sejarah berdirinya pagar nusa, sejarah pagar nusa, GASMI LIRBOYO. KH. Suharbillah, KH. Fuad Anwar, KH. Aizzuddin Abdurrahman, Ketua Umum PSNU Pagar Nusa.
BIOGRAFI KH. FUAD ANWAR KETUA UMUM PAGAR NUSA KE-3 | Official Pencak Silat Indonesia

BIOGRAFI KH. FUAD ANWAR KETUA UMUM PAGAR NUSA KE-3 | Official Pencak Silat Indonesia


Kh. Fuad Anwar
Kh. Fuad Anwar

Salah satu tokoh ulama dari kalangan NU jawa timur yang memiliki kekerabatan cukup dekat dengan Gus Maksum (KH. Maksum Jauhari pendiri Pagar Nusa) tercatat memiliki rekam jejak cukup luas diorganisasi Nadlatul Ulama dan bidang pencak silat khususnya di Pagar Nusa. pada Kongres I diselenggarakan di Asrama haji, Pondok Gede, Jakarta(21/07/2007) beliau terpilih sebagai ketua umum Pagar Nusa priode 2007-2012 melanjutkan perjuangan ketua umum pagar nusa sebelumnya KH. Suharbillah.

Biografi KH. Fuad Anwar Ketum Pagar Nusa (2007-2012)

Nama : KH. Drs. Fuad Anwar, M.Si
Jenis Kelamin : Laki-laki
Tempat, Tanggal Lahir : Kediri, 11 Desember 1958
Pendidikan :
  • Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, jawa Timur
  • IAIN Sunan Ampel Surabaya
  • Alumnus S2 Universitas Dr. Sutomo Surabaya 2003
Pengalaman Organisasi :
  • Sekertaris NU Jawa Timur 1992-1999
  • Sekertaris PKB Jawa Timur 1999-2001
  • Anggota FPKB 2004 – 2009
  • Anggota Dewan Syuro PKB Jawa Timur 2001
  • Ketua Pengurus Wilayah Lembaga Ta’mir masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU).
  • Ketua Umum Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa 2007-2012.

Selain menetapkan Kiai Fuad Anwar sebagai ketua umum Pagar Nusa pada Kongres I, Saat itu juga pemilihan Tim Formatur untuk membentuk kepengurusan terpilih enam yaitu H. Mohammad Soleh (Wilayah Kalimantan), Ridwan Hidayat (Wilayah Indonesia Bagian Timur), Dadang Mustofa Kamil (Wilayah Jawa), M. Gufron (Wilayah Sumatera dan Kiai Suharbillah (Sebagai Ketua Umum Demisioner) serta Andi Jamaro Dulung (Unsur PBNU).

Baca Juga :

Tag :
Pagar Nusa, Nahdlatul ulama, Ahlusunnah wal jamaah, PN, NU, Banser, GP Ansor, Fatayat, Muslimat, PBNU, Sejarah Pagar Nusa, Gus Maksum, Santri NU, Sejarah berdirinya pagar nusa, sejarah pagar nusa, GASMI LIRBOYO. KH. Suharbillah, KH. Fuad Anwar, Ketua Umum PSNU Pagar Nusa.









BIOGRAFI KH. SUHARBILLAH PAGAR NUSA | Official Pencak Silat Indonesia

BIOGRAFI KH. SUHARBILLAH PAGAR NUSA | Official Pencak Silat Indonesia

Ketua umum PSNU PAGAR NUSA
KH. Suharbillah

Biografi

KH. Suharbillah salah satu ulama muda NU yang berperan penting mendirikan PSNU Pagar Nusa pada 03 januari 1986, beliau lahir di Desa Prambon, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Jawa timur pada tahun 1948 dan wafat pada 25 Agustus 2014 pukul 20.00 di Sedayu, Gresik, Jawa timur.

Baca juga :

Pendidikan

KH. Suharbillah lebih banyak menghabiskan jenjang pendidikan di pesantren beliau menimba ilmu di Pondok Pesantren Kedungulo, Kediri. Kemudian beliau ke surabaya untuk melanjutkan pendidikannya di IAIN. Setelah itu beliau kembali ke Pondok Kedungulo baru saja setahun beliau kembali ayahnya wafat, lalu KH. Suharbillah mengikuti jejak kakanya menjadi anggota KKO AL (Sekarang Marinir AL).

Pengasuh Ponpes An Najiyyah

Walalupun beliau kuliah di IAIN beliau tetap mengaji di pesantren, maka pada saat beliau menimba ilmu di IAIN beliau memilih untuk tetap nyantri di Pesantren Sidoresmo. Tidak kerasa beliau sudah 37 tahun menjadi santri di Pesantren yang didirikan oleh Sayid Ali Ashghar, putra Sayid Sulaiman Bethek, Mojoagung, Mojokerto. Bahkan sudah 35 tahun beliau dipercaya sebagai kepala di lingkungan Yayasan An Najiyyah.

Peran di PSNU Pagar Nusa

KH. Suharbillah menjabat sebagai ketua Pagar Nusa pusat priode kedua (2003-2007) setelah Gus Maksum Jauhari wafat. 

Jauh sebelum beliau menjadi ketua umum PSNU Pagar Nusa, jejak rekam KH. Suharbillah dipagar nusa tidak diragukan lagi, bersama-sama dengan koleganya yaitu Gus Maksum pada masa itu menjadi tokoh-tokoh penting terbentuknya PSNU Pagar Nusa yang saat ini menjadi salah satu perguruan pencak silat terbesar diindonesia dibawah naungan Nahdlatul Ulama.


Perjuangan dan sumbangsih beliau dibidang spiritual secara totalitas membawa perguruan PSNU Pagar Nusa menjadi organisasi perguruan pencak silat yang sangat disegani, perkebangannya hingga artikel ini ditulis pagar nusa sudah sangat pesat, tidak hanya dibentuk kepengurursan diseluruh tingkat kabupaten/kota diwilayah indonesia saja, PSNU Pagar Nusa kini memiliki beberapa cabang istimewa mancanegara.

Pesan moral  KH. Suharbillah

Dikutip dari (pagarnusa.online) Kiai yang bersentuhan langsung dengan bidang spiritual ini atau dalam bahasa Agama ilmu hikmah adalah sosok Guru Besar Pagar Nusa yang saat itu beliau menjadi pengajar di Pondok Pesantren Sidoresmo, Surabaya. Beliau dikenal sebagai Kiai dan Pendekar Pencak Silat, Menurut Beliau ” Pencak Silat agar lebih kuat harus dilengkapi dengan ilmu batin, doa, tirakat dan wirid”. Maraknya ilmu supranatural pada tahun 2004 yang menggelisahkan masyarakat pada umumnya dan kalangan ulama khsuusnya.

Bukan hanya penggunaanya didalam keagamaan dikhawatirkan untuk memamerkan keahlian supranatural dan menjadi akses negatif yang mencoreng mentalitas dan akidah ummat islam. Menurut beliau ,” Maraknya bisnis supranatural saat ini tidak terlepas dari budaya yang instan di masyarakat, ” Sekarang ini pada umumnya masyarakat ingin serba praktis dan instan, ingin mendapatkan kemampuan dan kekuatan, tapi tidak mau belajar dan bersusah payah,” ungkapnya.


Akhirnya munculah orang-orang yang mengaku mempunyai kekuatan gaib, tentu dengan imbalan uang, sehingga dapat mendadak sakti. Biasanya orang tersebut merubah namanya untuk menambah daya pikat masyarakat. Dan lebih parahnya ilmu yang mereka pelajari hanya sepotong-potong. Tentunya ini sangat berbahaya, Sebab dengan pengajaran yang singkat biasanya tidak dilengkapi dengan ilmu tauhid dan ahlaq.

Tag :
Pagar Nusa, Nahdlatul ulama , Ahlusunnah wal jamaah , PN , NU , Banser , GP Ansor , Fatayat, Muslimat , PBNU , Sejarah Pagar Nusa , Gus Maksum , Santri NU, Sejarah berdirinya pagar nusa, sejarah pagar nusa, GASMI LIRBOYO. KH. Suharbillah , 

Monday, October 4, 2021

SEJARAH AWAL RIVALITAS SHT DAN SHW | Official Pencak Silat Indonesia

SEJARAH AWAL RIVALITAS SHT DAN SHW | Official Pencak Silat Indonesia

Sejarah persaudaraan “Setia-Hati” disingkat SH berawal pada tahun 1903 yaitu dengan didirikanya persaudaraan SEDULUR TUNGGAL KECER dikampung Tambak Gringsing-Surabaya oleh almarhum Bpk Ki Ngabehi Soerodwirjo dengan nama kecilnya Masdan. Saat itu nama permainan seni pencak silatnya adalah JOYO GENDILO dan hanya dengan 8 murid didahului oleh 2 saudara yaitu Noto/ Gunadi (adik kandung Ki Ngabehi Soerodwirjo) dan Kenevel Belanda. Pada tahun 1915 nama permainan seni pencak silatnya berubah menjadi JOYO GENDILO CIPTO MULYO. Organisasi itu mendapat hati di kalangan masyarakat pada tahun 1917 setelah melakukan demonstrasi pencak silat terbuka di alun2 kota Madiun dan menjadi populer di masyarakat karena memiliki gerakan unik penuh seni dan bertenaga.

Setia hati
Setia Hati

Pada tahun 1917 Joyo Gendilo Cipto Mulyo bergati nama dengan Setia Hati. Pendiri perguruan tersebut meninggal pada tanggal 10 November 1944 dalam usia 75 tahun, dengan meninggalkan wasiat supaya rumah dan pekarangannya diwakafkan kepada Setia Hati dan selama bu Ngabei Soero Diwiryo masih hidup tetap menetap di rumah tersebut dengan menikmati pensiun dari perguruan tersebut.

Baca sejarah kedua pencak silat :

Pada tahun 1922 Ki Hadjar Harjo Utomo yg merupakan Murid terbaik dari Ki Ngabehi Suro Diwirjo atas restu Beliau, Dia mendirikan Persaudaraan Sport Club. Inti dari Sport Club ini juga untuk menghimpun kekuatan dari pada Rakyat Indonesia untuk menentang Penjajah yang pada saat itu dijajah oleh Belanda. Kegiatan yang mulia ini, tercium oleh Pemerintah Kolonialisme. Belanda tidak ingin ada Organisasi Kemasyarakatan yang akan membuat kegiatan Imperialismenya terganggu. Oleh karena itu Belanda menggunakan cara De Vide et Impera. Yakni menghasut Rakyat sekitar bahwa Sport Club yg didirikan Ki Hajar Hardjo Utomo itu adalah SH Merah, sedang kata Merah pada saat itu sangatlah identik dengan istilah Komunis. Apalagi itu di Kota Madiun.

Tak pelak Rakyatpun sangat terganggu, mereka terhasut dan sangat membenci Sport Club tersebut. Oleh karena itu Ki Hadjar Hardjo Utomo meminta arahan dari gurunya Ki Ngabehi Suro Diwiryo, atas restu beliau . Dia mengubah nama Persaudaraan Sport Club menjadi Persaudaraan Setia Hati Terate. Agar persepsi Masyarakat berubah, dan kembali ikut berjuang untuk merebut Kemerdekaan.di akhir hayatnya Ki Ngabei dimakamkan di Desa Winongo Madiun dengan batu nisan garnit dengan dikelilingi bunga melati. Dan oleh berbagai kalangan makam Ki Ngabei dijadikan pusat dari perguruan Setia Hati. Dan pada Tahun 1922 Murid Ki Ngabei Soero Diwiryo mendirikan Setia Hati Teratai sebagai respon untuk mengembangkan Pencak silat dengan ideologi ke SH an.

Dalam sejarah berikutnya Belanda berhasil menangkap Ki Hadjar Hardjo Utomo, dan membuangnya di Digul.Meskipun dibuang ke Digul, perlawanan anak anak SH kepada Belanda tidak pernah padam. Pasca wafatnya Eyang Suro kegiatan SH (Asli) mengalami kemunduran. Hingga pada akhirnya RDH Suwarno atas niat baik menghidupkan kembali Organisasi SH, supaya tidak lenyap di Negeri sendiri. Beliau memberi tambahan kata Tunas Muda di depan kata SH, yang bermakna SH telah Bersinar Kembali. Sedangkan tambahan Winongo adalah Nama Desa di Kota Madiun tempat berdirinya daripada SH Winongo tersebut.

Pertentangan ideologi memulai memuncak ketika pendiri SH meninggal yang mana konflik tersebut di motori oleh dua murid kesayangan Ki Ngabei Soero Diwiryo yang mengakibatkan pecahnya SH dan terbagi dalam 2 wilayah teritorial yaitu SH Winongo yang tetap berpusat di Desa Winongo dan SH Terate di Desa Pilangbangau Madiun.

Konflik kedua murid merambat sampai akar rumput sampai sekarang yang di penuhi rasa kebencian satu sama lain. Belum lagi konflik di perparah kepentingan politik dan perebutan basis ekonomi. Basis pendukung antar kedua perguruan di bedakan oleh perbedaan kelas juga. SH Winongo berkembang dalam alan perkotaan dan basis pendukungnya adalah para bangsawan atau priyayi sedangkan SH Teratai berkembang di wilayah pedesaan dan pinggiran kota. Perpecahan kedua perguruan tadi juga terletak dalam strategi pengembangan ideologi yang satu bersifat ekslusif sedangkan Hardjo Utomo ingin membangun SH yang lebih bisa diterima masyarakat bawah guna melestarikan perguruan.

Melihat dari latar belakang tersebut, konflik yang tejadi adalah konflik identitas yang mana kedua perguruan tersebut saling mengklaim kebenaran pembawa nilai ideologi SH yang orisinil dan menganggap dirinya yang paling baik dan benar. Klaim kebenaran terus menerus di reproduksi sehingga membentuk praktek–praktek diskursif yang saling meyalahkan satu sama lain.

Sumber repost : medioenblog

Tag:
PSHW winongo, sejarah winongo, pencak silat madiun winongo, logo winongo, guru besar winongo, SH Winongo, PSHT, Teratai, SH Teratai, madiun, sejarah, pencak silat
SEJARAH BERDIRINYA PSH WINONGO | Official Pencak Silat Indonesia

SEJARAH BERDIRINYA PSH WINONGO | Official Pencak Silat Indonesia

Sejarah awal berdirinya Persaudaraan Setia Hati Tunas Muda Winongo Madiun pada tahun 1903 yaitu di dirikan dengan semboyan SEDULUR TUNGGAL KECER (STK) dikampung Tambak Gringsing, Surabaya oleh Ki Ngabehi Soerodwirjo dengan nama kecilnya Mas Muhammad Masdan. Dengan nama permainan seni pencak silatnya adalah JOYO GENDILO dan hanya dengan 8 murid didahului oleh 2 saudara yaitu Noto/Gunadi (adik kandung Ki Ngabehi Soerodwirjo) dan Kenevel Belanda. (sumber)

Ki Ngabehi Soerodwirjo

Pada tahun 1915 nama permainan seni pencak silatnya berubah menjadi JOYO GENDILO CIPTO MULYO. Organisasi itu mendapat hati di kalangan masyarakat pada tahun 1917 setelah melakukan demonstrasi pencak silat terbuka di alun kota Madiun dan menjadi populer di masyarakat karena memiliki gerakan unik penuh seni dan bertenaga. Pada tahun 1917 Ki Ngabehi Soerodwirjo mengganti nama Sedulur Tunggal Kecer menjadi PERSAUDARAAN SETIA HATI.

Baca juga sejah pencak silat:

Sejak tahun 1964, SH mengalami kemunduran, tidak begitu aktif, hal ini tidak lain disebabkan keadaan yang sebagian besar saudara saudara SH sudah banyak yg lanjut usia, ditambah lagi dengan semakin kurangnya penerimaan saudara baru. Banyak saudara SH yang sudah sepuh satu persatu meninggal dunia, sedangkan yang masuk menjadi saudara SH dapat dikatakan hampir tidak ada. Kalau keadaan yg demikian dibiarkan terus-menerus maka SH lambat laun akan mengalami kepunahan.

Untuk menghindari hal tersebut serta untuk melestarikan ajaran yang edi peni dan adi luhung tersebut, maka pada tanggal 15 Oktober 1965 bapak Soewarno merasa terpanggil untuk bergerak mengaktifkan kegiatan kegiatan Setia Hati. Karena aktif dalam bentuk organisasi dan sudah mendapat izin notaris, di dalam Setia Hati disisipkan kata Tunas Muda, yang artinya akan bersinar kembali. Pada akhirnya nama lengkapnya adalah Persaudaraan Setia Hati Tunas Muda Winongo Madiun.

Pelajaran pencak silat yang diajarkan kepada para khadang SH Winongo adalah berasal dari para pendekar terkenal (sembilan orang pendekar) dan yang terakhir dari bapak Ki Ngabehi Soerodwirjo, saudara tertua dalam Persaudaraan “Setia Hati” Winongo. Dengan metode ini maka seluruh pelajaran dengan mudah diserap oleh para Tunas-Tunas Muda yang dapat berhasil dengan sukses.

Baca juga :

Dengan meningkatkan latihan jasmani (pencak) dan latihan rohani (iman dan takwa kepada Allah), maka dapat diharapkan pemuda kita sebagai generasi penerus akan menjadi kader bangsa yang militan yang sangat berguna bagi kepentingan bangsa dan negara.

Dalam penerimaan SH Tunas Muda harus dilakukan pengesahan terlebih, dengan di sahkan seseorang akan resmi menjadi warga. Karena ilmu-ilmu SH hanya boleh diketahui oleh warganya dan dilarang mengajarkanya kepada yang bukan warga. Untuk pelajaran tingkat lanjut baik itu akan diikuti atau tidak oleh seorang warga, itu merupakan kesadaran dari warga tersebut karena dalam SH tidak ada paksaan.

Persaudaraan Setia Hati Tunas Muda Winongo selain di Madiun tidak pernah membuka perguruanya dimanapun seperti perguruan silat yang lain, jika ada itu hanyalah sebagai tempat berlatih dan silaturahmi saja. Seluruh saudara baru Persaudaraan Setia Hati Tunas Muda Winongo baik dari Madiun, luar Madiun bahkan Mancanegara untuk menjadi saudara harus datang dan di Kecer di Madiun, Jawa Timur. Hal ini untuk menjaga kemurnian aliran Setia Hati dan itulah yang menjadikan ikatan persaudaraan menjadi sangat indah.

Tag:
PSHW winongo, sejarah winongo, pencak silat madiun winongo, logo winongo, guru besar winongo, SH Winongo