Saturday, October 23, 2021

TIGA TINGKATAN SISWA KE PENDEKAR TAPAK SUCI | Official Pencak Silat Indonesia

TIGA TINGKATAN SISWA KE PENDEKAR TAPAK SUCI | Official Pencak Silat Indonesia

Kategori Tingkatan didalam Tapak Suci dibagi menjadi tiga kategori tingkatan, yaitu siswa, kader, dan pendekar. semua tahapan ini dilalui dengan usaha yang cukup keras, disiplin dan tekun dalam setiap pelatihan. Pada setiap tingkatan diTapak Suci memiliki kriteria-kriteri tertentu yang harus dipahami, aturan untuk ketingkatan pun memiliki perbedaan yang sangat signifikan, terutama dalam segi pembekalan materi atau kurikulum.


Official-pencaksilat
Tapak suci

Baca juga :
Berikut tiga tingkatan Tapak Suci Putera Muhammadiyah.

SISWA
  1. Siswa Dasar ( Sabuk Kuning)
  2. Siswa Satu ( Sabuk Kuning Melati Satu)
  3. Siswa Dua ( Sabuk Kuning Melati Dua)
  4. Siswa Tiga ( Sabuk Kuning Melati Tiga)
  5. Siswa Empat ( Sabuk Kuning Melati Empat)

KADER
  1. Kader dasar (Biru Polos)
  2. Kader Muda (Biru Melati Merah Satu)
  3. Kader Madya (Biru Melati Merah Dua)
  4. Kader Kepala (Biru Melati Merah Tiga)
  5. Kader Utama (Biru Melati Merah Empat)

PENDEKAR
  1. Pendekar Muda (Hitam Melati Merah Satu)
  2. Pendekar Madya (Hitam Melati Merah Dua)
  3. Pendekar Kepala (Hitam Melatih Merah Tiga)
  4. Pendekar Utama (Hitam Melati Merah Empat)
  5. Pendekar Besar (Hitam Melati Merah Lima)


Tag :
Sejarah berdirinya Tapak Suci, Sejarah Tapak Suci, Arti lambang Tapak Suci Putera Muhammadiyah, sejarah Tapak Suci Putera Muhammadiyah, lagu resmi Tapak Suci Putera Muhammadiyah, jurus Tapak Suci Putera Muhammadiyah, rahasia jurus Tapak Suci Putera Muhammadiyah, rahasia jurus PSHT, Rahasia jurus Pagar nusa, Rahasia jurus IKSPI Kera Sakti, Rahasia Jurus SH Winongo, Pagar Nusa, GASMI, Sejarah Gasmi, Lambang Gasmi, Arti Lambang Gasmi, Ati Logo Gasmi, Gasmi vs PKI, Gasmi Gus Maksum, Gasmi 1966, Gasmi Kediri, Sejarah Pagar Nusa, Lambang Pagar Nusa, Arti Lambang Pagar Nusa Gasmi
RAHASIA JURUS HARIMAU TAPAK SUCI MUHAMMADIYAH | Official Pencak Silat

RAHASIA JURUS HARIMAU TAPAK SUCI MUHAMMADIYAH | Official Pencak Silat

Jurus Harimau di Tapak Suci merupakan salah satu jurus mematikan yang menjadi salah satu andalan para Pesilat Tapak Suci, semua gerakan serangan, tangkisa hinga kincianya merupakan jurus mematikan lawan, bagi pesilat yang memiliki fisik kuat dan lincah Jurus Harimau ini sangat cocok untuk dipelajari dan diasah hingga pengguna benar-benar maksimal memperagakanya, Jurus Harimau ini diciptakan oleh Pendekar Besar Chusnan David pada tahun 1992.

official-pencaksilat
Chusan David


Pendekar Besar Chusnan David lahir di Surabaya pada tahun 1945. Sebelum masuk menjadi anggota Tapak Suci, beliau adalah anggota perguruan Silat Lembaga Seni dan Budaya Indonesia pada tahun 1965, yang kini lebih dikenal menjadi perguruan silat Perisai Putih. Pendekar Chusnan David juga pernah belajar di Perguruan SH Terate. Namun dengan alasan akidah beliau tidak melanjutkan bergabung dengan SH Terate. Selain belajar Silat, Pendekar Chusnan David juga pernah belajar Judo dan Jujitsu.

Baca juga :


TAPAK SUCI SURABAYA

Pada periode 1960-an Muhamaddiyah Surabaya membutuhkan Latihan Beladiri kemudian salah seorang yang mendapat kepercayaan untuk melatih Pemuda Muhammadiyah Surabaya Utara adalah Agus Tcik yang kemudian melakukan pembinaan dan latihan bela diri pada akhir tahun 1961, bertempat di Madrasah al Mufidah (Masjid Taqwa), Jl. Kampung Baru Nur Anwar Gang I (sekarang Jl. Kalimas Udik), Surabaya.  Namun pelatihan beladiri tersebut tidak dilanjutkan, karena Agus Tcik dipindah tugaskan ke Sulawesi. Dengan pindahnya Agus Tcik, segala kegiatan bela diri dalam lingkungan Pemuda Muhammadiyah Surabaya Utara terhenti.



TUNAS MELATI SURABAYA

Pada awal tahun 1963, Madrasah Al-Mufidah kedatangan seorang ustaz alumni dari Muallimin Yogyakarta yang juga merupakan seorang pelatih bela diri yaitu M. Yazid. yang kemudian mendirikan pelatihan beladiri atas ijin  K.H. Ainur Rofiq Mansyur, kemudian dibentuklah sebuah Organisasi Bela Diri Pemuda Muhammadiyah Surabaya Utara dengan nama TUNAS MELATI.

Friday, October 22, 2021

SEJARAH BERIDIRI TAPAK SUCI MUHAMMADIYAH | Official Pencak SIlat Indonesia

SEJARAH BERIDIRI TAPAK SUCI MUHAMMADIYAH | Official Pencak SIlat Indonesia

Arus Tapak Suci, merupakan keilmuan pencak silat yang berdasarkan Al Islam, bersih dari syirik dan menyesatkan, dengan sikap mental dan gerak langkah yang merupakan tindak tanduk kesucian dan mengutamakan Iman dan Akhlak, serta berakar pada arus Banjaran-Kauman, yang yang belakang sekali dikembangkan dengan metodis dan dinamis.

Perguruan Tapak Suci, merupakan perguruan yang merupakan peleburan sekaligus kelanjutan dari tiga paguron yang pernah berada sebelumnya, yaitu: Kasegu, Seranoman, dan Kauman, berdasarkan Al Islam dan berjiwa nasihat KH. Ahmad Dahlan, membina pencak silat yang berwatak serta berkepribadian Indonesia, melestarikan adat bangsa yang luhur dan bermoral, serta mengabdikan perguruan untuk perjuangan agama, bangsa, dan negara.

Organisasi Tapak Suci berkiprah sebagai organisasi pencak silat, berinduk kepada Ikatan Pencak Silat Indonesia, dan dalam bidang dakwah pergerakan TAPAK SUCI merupakan pencetak kader Muhammadiyah.

Pimpinan Pusat Tapak Suci Putera Muhammadiyah mempunyai kedudukan di Kauman, Yogyakarta, dan memiliki kantor perwakilan di ibukota negara.

Official-pencaksilat
Tapak Suci Muhammadiyah


Sejarah Tapak Suci Putra Muhammadiyah

Sebelum kelahiran Tapak Suci
Dimuali dari Kota Banjarnegara, Pada tahun 1872 seorang Kyai bernama KH. Syuhada melahirkan putra bernama Ibrahim, yang kemudian diusia dewasa Ibrahim menjadi buronan Belanda, Ibrahim berkelana hingga sampai ke Betawi, dan selanjutnya ke Tanah Suci.

Sekembalinya dari Tanah Suci Ibrahim menikah dengan puteri KH. Ali dan mendirikan Pondok Pesantren Binorong di Banjarnegara. karena masih menjadi buronan Belanda, kemudian Ibrahim mengubah nama menjadi KH.Busyro Syuhada sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Binorong.

Pondok Pesantren Binorong berkembang cukup pesat dan melahirkan tokoh-tokoh santri ternama seperti Achyat adik misan Ibrahim, M. Yasin (adik kandung), dan Soedirman salah satu tokoh Pahlawan Nasional.


Tahun 1921 dalam konferensi Pemuda Muhammadiyah di Yogyakarta, KH. Busyro bertemu pertama kali dengan dua kakak beradik A.Dimyati dan M.Wahib. Diawali dengan adu kaweruh antara M.Wahib dengan Achyat (kelak berganti nama menjadi H. Burhan), selanjutnya kedua kakak beradik ini mengangkat KH. Busyro sebagai Guru.

KH. Busyro Syuhada kemudian pindah dan menetap di Yogyakarta sehingga aliran Pencak Silat Banjaran, yang pada awalnya dikembangkan melalui Pondok Pesantren Binorong kemudian dikembangkan di Kauman, Yogyakarta. Atas restu Pendekar Besar KH. Busyro, A. Dimyati dan M.Wahib diizinkan untuk membuka perguruan dan menerima murid. Tahun 1925 dibukalah Perguruan Pencak Silat di Kauman, terkenal dengan nama Cikauman. Perguruan Cikauman, dipimpin langsung oleh Pendekar Besar M. Wahib dan Pendekar Besar A. Dimyati.

Tersebutlah M. Syamsuddin, murid Cikauman yang dinyatakan berhasil dan lulus, diizinkan untuk menerima murid dan mendirikan Perguruan Seranoman. Perguruan Seranoman berletak di kauman sebelah utara, melahirkan seorang Pendekar Muda M. Zahid yang mempunyai seorang murid andalan bernama Moh. Barrie Irsyad.

Pendekar Moh. Barrie Irsyad, sebagai murid angkatan ke-6 yang telah dinyatakan lulus dalam menjalani penggemblengan oleh Pendekar M. Zahid, M. Syamsuddin, M. Wahib dan A. Dimyati. Kemudian mendirikan Perguruan KASEGU. Kasegu, merupakan senjata khas yang berlafal Muhammad yang diciptakan oleh Pendekar Moh. Barrie Irsyad.